Skip to main content

Posts

Featured

Budaya Berintegritas

Hari-hari terakhir publik marak disajikan berita tentang Alif, seorang siswa SD yang “dipaksa” memberikan contekan saat ujian nasional. Bahkan disinyalir urusan contek mencontek ini sistemik, karena menurut pengakuan Alif ada simulasi terlebih dahulu sebelum ujian berlangsung. Karena bertentangan dengan hati nuraninya, akhirnya Alif dan Ibunya melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak yang berwenang. Namun anehnya, mereka justru diusir dari rumahnya oleh warga karena dianggap mencemarkan nama baik. Nama baik yang mana? Entahlah. Kisah di atas adalah pembelajaran yang sangat baik bagi kita untuk introspeksi diri. Nalar yang sehat akan menilai bahwa tindakan warga adalah salah, dan Alif adalah benar. Namun sadarkah kita, bahwa mungkin saja akibat tuntutan KPI dan target yang harus di achieve membuat sebagian kita bertoleransi dengan kejujuran, demi tercapainya tujuan-tujuan tersebut. Padahal integritas itu adalah absolute, tidak bisa “berkurang sedikit”, ataupun “berubah sedikit”. Keju...

Latest Posts

Nasib & Keberuntungan

Kesuksesan & Keterbatasan

Kebermaknaan Hidup

Belajar dari Kemacetan

Minggir Lu Bego !

Mencari Identitas ke-Indonesiaan

Andai Anggota DPR Tak Digaji

Saat Modernitas Mendahului Mentalitas

Paradoks Ramadhan

Republik 5 tahunan